Thursday, May 24, 2012

Profil Sarah West, Komandan Kapal Perang Wanita Pertama

Jakarta Media News --  Sarah West, 39 tahun, berhasil mematahkan bahwa seorang wanita tidak bisa menjadi komandan kapal perang angkatan laut kerajaan inggris yang selama 500 tahun didominasi pria. West berhasil mencetak namanya dalam sejarah angkatan laut sebagai komandan kapal perang wanita pertama yang menjadi komandan angkatan laut.

Komandan Kapal Perang Wanita Pertama
 Sarah West adalah Komandan wanita yang untuk pertama kalinya memimpin di garis depan dengan kapal perusak Fregat, HMS Portland yang memiliki bobot 5000 ton. Sarah West diangkat sebagai komandan kapal perang karena prestasinya yang sangat luar biasa, karena sebelumnya bahkan Royal Navy Inggris tidak pernah mengijinkan seorang wanita untuk turun ke laut sampai tahun 1990.   Sebelum Sarah West diangkat sebagai komandan kapal perang besar, Sue More, 43 tahun, telah lebih dahulu diangkat sebagai Komandan PBS (First Patrol Boat Squadron) atau kapal patroli perairan kecil yang hanya bertugas berpatroli di sungai Thames.   Sebagai komandan kapal perang perusak type Fregat, Letnan Komandan Sarah West (kepangkatan di Indonesia Letnan Kolonel) yang berasal dari Lincolnshire akan membawahi sekitar 180 kru yang mayoritas adalah prajurit laki-laki.   Dia satu-satunya orang yang berhak memberi perintah untuk menggerakan semua peralatan tempur yang ada di kapal, antara lain Helikopter anti kapal selam, torpedo anti kapal selam, rudal penjelajah Stingray dan perangkat navigasi canggih lainnya.   Kapal Perang HMS Portland Menanggapi pengangkatannya sebagai komandan kapal perang wanita pertama, kepada Media, West mengaku merasa sangat terhormat "Ini adalah puncak karir selama 16 tahun di Royal Navy sebagai komandan HMS Portland. Ini merupakan tantangan terbesar dan saya siap untuk itu," ujar Sarah West mantap.  Jakarta Media Online - sumber Daily Mail
Continue lendo

Monday, May 21, 2012

Kilas Balik 41 Tahun Lions Clubs Jakarta Metropolitan Peduli Anak Bangsa

Jakarta Media News -- 41 tahun bukan waktu yang sebentar bagi sebuah organisasi. Begitupula Lions Clubs. Sudah 41 Tahun Lions Clubs mengabdi dan peduli pada kesejahteraan anak bangsa. Lions Clubs Jakarta Metropolitan sendiri termasuk organisasi tertua sejak Indonesia Merdeka. 

Lions Clubs Jakarta Metropolitan Logo41 Tahun Lions Club Jakarta Metropolitan Kali ini Jakarta Media menyambangi salah satu Pendiri dan Perintis Lions Clubs Jakarta Metropolitan, Bpk Julius Murty di Apartemen milliknya dibilangan Tanjung Duren, Tomang.   Julius Murty menuturkan, kala itu dirinya bersama 3 orang tokoh pendiri Lions Clubs Jakarta Metropolitan, Clive H Williams asal Australia, Edy Kowara dan Brigjen Soeryosoemarmo, ayah dari Yapsto Soeryosoemarmo salah satu tokoh organisasi kepemudaan, mulai berkiprah di Organisasi Sosial Internasional. Kiprah Organisasi di Jakarta Bagi Julius Murty Lions Clubs Jakarta Metropolitan adalah sebagian dari hidupnya, dirinya tertarik bergabung  kala itu merupakan kebanggan baginya dan karena memang dia menyukai kegiatan sosial serta senang berorganisasi sejak sekolah menengah, mahasiswa hingga dimasa lanjut usia seperti saat ini.   Atas bantuan Mensesneg pada saat itu, Soedharmono SH, serta Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, akhirnya diresmikan berdirinya Lions Club Jakarta Metropolitan sebagai cikal bakal besarnya organisasi tersebut saat ini, yang tersebar hingga diseluruh Indonesia. Agenda bakti sosial organisasi yang pertama adalah gerakan tongkat putih untuk membantu kaum tuna netra yang dimotori Julius Murty bersama ketiga orang perintis lainnya.   Julius menuturkan, sebagai langkah awal untuk menggalang dana membantu kaum tuna netra, dia bersama para perintis lainnya bekerja keras menggelar acara Pesta Dansa yang saat itu sedang top dan digandrungi banyak orang. Atas bantuan Kedubes Australia, beberapa pejabat dan Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta kala itu, akhirnya acara tersebut sukses digelar dan berhasil mengumpulkan dana untuk memesan Buku Braille dan tongkat putih yang disumbangkan semuanya ke Perhimpunan Tuna Netra Indonesia. Tak tanggung-tanggung, tongkat putih itupun dipesan langsung dari Malaysia, karena di Indonesia saat itu belum ada.   Kini setelah memasuki usia 41 tahun, tak terhitung sudah berapa banyak Acara dan Bakti Sosial yang digalang oleh Lions Clubs Jakarta Metropolitan untuk peduli pada sesama anak bangsa. Dari mulai membangun Puskesmas Di Jakarta Utara, sumbangan 2 buah ambulans ke RS. Mata AINI, menyumbang 7 mesin cuci darah ke RS. Sumber Waras, RS. Islam Medan sampai pemberian ratusan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.   Sekarang setelah dirinya sudah tidak aktif lagi di organisasi sosial tersebut, Julius Murty berharap di masa depan, Lions Clubs Jakarta Metropolitan akan bisa lebih peduli pada sesama karena Lions Clubs memang didirikan untuk misi sosial, solidaritas membantu sesama yang kurang mampu, seperti cita-cita para pendirinya.  
Continue lendo

Kisah Dr. Ibrahim Irawan, Pelopor Media Berbahasa Indonesia di Los Angeles

Jakarta Media News -- Seorang warga Indonesia di Amerika Serikat menjadi pelopor  media berbahasa Indonesia  di Amerika. Semula Dr. Ibrahim Irawan merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan informasi terkini peristiwa kerusuhan Mei 1998, namun ia kecewa karena banyaknya berita simpang simpang siur dan tak jelas.
Dr. Ibrahim Irawan owner Indonesia Media
Dr. Ibrahim Irawan, kini owner dan sekaligus Editor in Chief media berbahasa Indonesia di Amerika “Indonesia Media” berbasis di Los Angeles AS, kala itu langsung bereaksi spontan dengan menggalang sekitar 2500 an orang yang memenuhi jalan-jalan utama di Los Angeles untuk berdemonstrasi memprotes kerusuhan berdarah Mei 1998 di Konjen RI di Los Angeles, AS. Namun kembali lagi dia menelan kekecewaan akibat berita yang tidak proporsional yang dimuat oleh majalah berbahasa Indonesia yang ada di Los Angeles pada saat itu (kini sudah tutup).

Pasalnya pada saat itu demonstrasi massal yang digalangnya, melibatkan ribuan penduduk Los Angeles dan warga Indonesia – Justeru oleh majalah lokal edisi berbahasa Indonesia milik salah satu warga Indonesia disana, hanya diberitakan sebagai demonstrasi sekelompok kecil warga Indonesia keturunan China yang memprotes kerusuhan Mei 1998 di Konjen RI di Los Angeles.

Marah, kecewa dan prihatin akan nasib yang menimpa saudara sebangsanya di tanah air serta perkataan “China” yang berkonotasi negatif/penghinaan tersebut membuat Dr. Ibrahim Anwar bertekad bulat untuk mendirikan media berbahasa Indonesia “Indonesia Media” agar warga Indonesia yang berada di Amerika bisa mendapatkan informasi yang layak dan benar tentang Indonesia.

Namun persoalan tampaknya tak selesai sampai disitu saja, kepada Jakarta Media, Dr. Ibrahim Irawan mengaku, sebagai seorang dokter dirinya pada saat itu tidak tahu apa-apa mengenai seluk-beluk dunia pers, siapa yang akan menjadi reporter, redaksi dan sebagainya.

Singkat cerita, dengan dibantu oleh beberapa rekan setanah-air, edisi pertama majalah Indonesia Media pun disiapkan, namun dia kembali menghadapi masalah pada percetakan. Ternyata diluar dugaan, pada saat itu tidak ada percetakan milik warga Indonesia di LA yang mau dan berani mencetak majalah Indonesia Media, belum lagi permasalahan iklan yang cukup sulit didapat, mengingat populasi warga Indonesia disana juga tidak terlalu banyak. Disamping itu populasi kantong-kantong warga Indonesia tersebar diberbagai Negara Bagian di AS, ini tentu memerlukan sistem distribusi yang baik.

Menurut Dr. Ibrahim Irawan, bisnis media adalah bisnis jangka panjang, “Jangan berharap bisa langsung untung dalam 1-2 tahun, kalau rugi pada awalnya itu sudah pasti” tuturnya. Orientasi dia mendirikan media berbahasa Indonesia di Amerika, “Indonesia Media” bukan berorientasi bisnis, semata hanya ingin memberikan informasi yang benar kepada publik AS tentang Indonesia.

Bagi dokter yang juga mempunyai klinik di Los Angeles tersebut, kecintaannya kepada tanah air pula yang membuatnya ingin berbuat banyak bagi Indonesia, bahkan termasuk pada hal-hal yang diluar profesinya sebagai praktisi dunia medis. Bekerja sama dengan Kedubes RI di AS, lewat Dubes RI untuk Amerika Serikat, Dino Patty Djalal, kini Dr. Irawan juga mendirikan IABC Indonesia American Business Council di Marion Court, Los Angeles, untuk menjembatani perdagangan antara warga Indonesia – AS (semacam KADIN di AS) dimana ia menjabat sebagai Vice President.
Continue lendo

Pertemuan Tahunan Lions Clubs Internasional MD 307 di Medan dibanjiri Anggota Lions Clubs

Jakarta Media News -- Perhelatan Akbar Konvensi  Lions Clubs Internasional ke 36 di Medan dibanjiri peserta. Pertemuan Tahunan para Anggota Lions Clubs tersebut diadakan pada tanggal 16 hingga 18 Mei kemarin. Ribuan tamu undangan dari dan luar negeri membanjiri balai konvensi medan.


Konvensi Tahunan Lions Clubs Internasional MD 307 Indonesia
Konvensi ini akan dihadiri oleh para Pejabat Multi Distrik, Pejabat Distrik, Pejabat Club, serta seluruh anggota Lions Clubs Indonesia dan para tamu Internasional. Ketua Dewan Gubernur MD 307, Tjipta Fudjiarta, menghimbau kepada seluruh Fellow Lions dimanapun berada untuk mengikuti Konvensi Tahunan yang diselenggarakan ini, dan untuk memperbaharui komitmen kita sebagai perwujudan motto “We Serve”, bertemu dan bersilaturahmi dengan sesama Lions Indonesia yang datang dari seluruh wilayah pengabdian Indonesia serta tamu dari mancanegara.

Permohonan pemekaran Lions Clubs Indonesia Distrik 307B telah dikabulkan oleh Lions Clubs International, maka di Medan ini kita akan menyaksikan pemilihan 4 Gubernur Distrik dan 8 Wakil Gubernur Distrik untuk memimpin perjalanan Lions Clubs Indonesia pada masa bakti 2012-2013. Pada kesempatan akbar ini pula, seluruh peserta sidang akan membahas mosi-mosi dan kebijakan-kebijakan sesuai AD/ART, serta mendengarkan pertanggung-jawaban dari Gubernur Distrik 307 A1, A2 dan 307B.

Ketua Panitia Konvensi, L. Martono Anggusti, menyatakan akan berupaya keras mempersiapkan perhelatan akbar ini, agar segala pelaksanaan Konvensi Tahunan Lions Clubs ke 36 ini dari awal sampai akhir, dapat berjalan dengan baik dan maksimal, dimana kita akan menyaksikan lahirnya Distrik 307B1 dan Distrik 307B2.   Panitia beserta seluruh Lions Clubs Medan akan menyambut hangat para peserta Konvensi, agar dapat membawa kenangan indah pada saat kembali kedaerahnya masing-masing.

Konsep pelaksanaan Konvensi Tahunan Lions Clubs kali ini adalah, “Dari Lions, Untuk Lions, dan oleh Lions”. Selain menghadiri Konvensi, Panitia mengajak seluruh Fellow Lions untuk mengikuti paket wisata di sekitar kota Medan, melihat-lihat Obyek wisata yang menarik, seperti atraksi buaya di Taman Buaya Asam Kumbang yang dihuni oleh sekitar 2600 an buaya sejak 1959,  atau  sekedar menikmati wisata kuliner ke Kesawan Square Medan yang terkenal dengan rasa ‘Sedap dan sedap sekali’.

Horas !, Selamat Berkonvensi.  Jakarta Media sumber: Lion Magazine.
Continue lendo

Expert Bicara: J. Puspo Adijuwono, Pakar Fall Prevention Management

Jakarta Media News --  Banyak orang menganggap sepele soal menjaga lanjut usia terjatuh, padahal hal ini tidak bisa dianggap sepele. Maka dari itu, Chandranaya Agency mengundang J. Puspo Adijuwono, seorang pakar Fall Prevention Management untuk mengisi rubrik dalam Expert Media kali ini. Fall Prevention Management Tips
Puspo Adijuwono menekankan, Fall Prevention Management Tips terkait dengan banyak bidang untuk hidup safety dan nyaman. Salah satunya adalah upaya untuk mencegah lansia terjatuh, "Perlu perubahan sikap dan kebiasaan yang mendasar, terkait dengan perilaku dan pola hidup serta kebiasaan setiap hari, sebab itu berkaitan dengan apa yang dapat anda lakukan sendiri sebagai lansia untuk mencegah agar tidak terjatuh," katanya. Lebih jauh Puspo Adijuwono menuturkan, "Dengan melakukan sedikit perubahan disertai kesadaran serta kemauan, masing-masing orang dapat mengurangi atau setidaknya terhindar dari resiko terjatuh".  

Berikut Fall Prevention Management Tips dari J. Puspo Adijuwono:

Perawatan Rumah.
1. Singkirkan dan bersihkan jalur jalan/tangga dari barang-barang yang berserakan dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi lansia, seperti koran yang berserakan di lantai atau anak tangga, sendal, sepatu, mainan cucu atau kabel yang melintang di tengah jalan.
2. Jangan mempergunakan keset dari bahan kain atau handuk, gantilah dengan keset yang menggunakan bahan anti selip
3. Penerangan yang cukup di kamar mandi, toilet, tangga dan lingkungan disekitar rumah.
4. Memasang pegangan atau railing di kamar mandi dan toilet, ini merupakan daerah rawan bagi lansia terjatuh
5. Kamar mandi atau toilet harus selalu dalam keadaan kering, lap segera bila ada tetesan air sabun dan sebagainya
6. Pakailah alas kaki, sendal atau sepatu yang anti selip dan pas dengan ukuran kaki masing-masing

Periksa kondisi kesehatan secara teratur: 
1. Berkunjung kepada Dokter, tanyakan apakah obat-obatan atau suplemen yang dikonsumsi selama ini masih cocok
2. Tidak ada salahnya memeriksakan diri ke Dokter mata atau THT minimal setahun sekali untuk mengetahui kondisi penglihatan sendiri
3. Tanyakanlah kepada dokter anda, apakah ada obat herbal atau vitamin yang bisa dibeli tanpa resep dan masih cocok untuk lansia
4. Jangan minum alkohol, terlebih lagi setelah minum obat

Olahraga seumur hidup:
1. Berjalan kaki, senam, berenang dan sebagainya usahakan dilakukan 3 X seminggu, selama 45-60 menit
2. Jaga pikiran agar selalu rileks untuk tetap bersemangat dan bugar
3. Berlatih Tai Chi secara teratur sangat baik untuk melatih kesimbangan bagi lansia
4. Tanyakan kepada dokter, jenis olahraga apa yang cocok bagi diri masing-masing
5. Dalam melakukan aktifitas olahraga, lakukan sesuai dengan kemampuan dan jangan berlebihan

Di Indonesia Expertasi dalam pengelolaan Fall Prevention Management Tips memang masih termasuk bidang yang amat langka, namun di banyak negara maju seperti di Eropa dan Amerika, para Expert Fall Prevention Management mendapat perhatian khusus dimasyarakat, khususnya bagi para lansia.  

Tag: Expert Bicara, Fall Prevention Management Expert    

Banyak orang menganggap sepele soal menjaga lanjut usia terjatuh, padahal hal ini tidak bisa dianggap sepele. Maka dari itu, Chandranaya Agency mengundang J. Puspo Adijuwono, seorang pakar Fall Prevention Management untuk mengisi rubrik dalam Expert Media kali ini.
Continue lendo

Lions Clubs Belanda dan Lions Clubs Indonesia Mengadakan Kegiatan Sosial Bersama

Jakarta Media News -- Kerjasama Lions Clubs Belanda dan Lions Clubs Indonesia mencapai prestasi baru. Setelah sebelumnya sukses mengadakan acara amal, di tahun 2012 ini Lions Clubs Indonesia dan Belanda akan melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anak-anak penyandang disabilitas, demikian ungkap Ir. Gunawan Utomo b.i, pejabat New Club Development Consultant Lions Clubs International. Ir. Gunawan Utomo b.i Lions Clubs
Ditemui Jakarta Media di sela-sela Konvensi Tahunan Lions Clubs ke 36, MD 307, Ir. Gunawan Utomo, mengucapkan terima kasih kepada Charles Ligtvoet, Secretary General of Dutch Foundation for Postgraduate Medical Courses in Indonesia yang juga mewakili Lions Clubs Belanda yang telah banyak membantu dalam program kerjasama Lions Clubs Indonesia MD 307 dan Lions Clubs Belanda selama lebih dari 15 tahun dalam banyak hal.

Dia menambahkan bahwa Charles Ligtvoet yang mewakili Lions Clubs Belanda juga telah membantu melakukan ratusan operasi bibir sumbing di RS. Yogyakarta, serta yang terakhir adalah bantuan kaki palsu bagi anak-anak penyandang cacat.  

Sementara untuk proyek kedepan Ir. Gunawan Utomo b.i mengatakan akan lebih meningkatkan kerja sama diantara Lions Clubs Indonesia dengan Lions Clubs Belanda untuk pemberian kaki palsu bagi anak-anak penyandang cacat yang tidak mampu serta memberikan beasiswa kepada mereka.
Continue lendo

Sunday, May 20, 2012

CC Tjipta Fudjiarta Pernah Didenda oleh Lions Clubs Jakarta Metropolitan

Jakarta Media News -- Percaya atau tidak,  Council Chairperson Lions Clubs MD 307 Lions Tjipta Fudjiarta pernah didenda oleh Lions Sutan B. Samad dari Lions Clubs Jakarta Metropolitan karena terlambat beberapa menit memasuki ruangan rapat gara-gara pergi ke toilet seusai makan siang. Hal ini dikemukakan beliau seraya tertawa mengenang masa lalu bersama Lions Dr. Tony Setiabudhi Ph.D.  “Lions Clubs Jakarta Metropolitan adalah clubs tertua yang sangat solid dan amat mematuhi peraturan.” Tjipta Fudjiarta kena denda Lions Clubs Jakarta Metropolitan Pada Saat itu Lions Tjipta masih menjabat sebagai Gubernur Distrik MD 307 yang notabene justeru membawahi Lions Clubs Jakarta Metropolitan. Namun disinilah hebatnya Lions Club Jakarta Metropolitan yang tetap memegang teguh disiplin dan peraturan yang telah dibuat dan harus ditaati oleh segenap anggotanya, meskipun kedudukannya jauh lebih tinggi, namun tetap harus mentaati aturan.

Lions Clubs Jakarta Metropolitan adalah clubs tertua yang menjadi cikal bakal berkembangnya Lions Clubs Indonesia MD 307 hingga berkembang besar seperti sekarang ini. Lebih jauh  CC Tjipta Fujiarta mengatakan, bahwa penyelenggara acara Konvensi Tahunan ke 36, Lions Clubs MD 307, Medan Host juga adalah hasil bentukan dan sponsor dari Lions Clubs Jakarta Metropolitan, sampai Lions Club Medan bisa berkembang besar seperti sekarang ini.   Namun Lions Tjipta Fudjiarta juga berharap ada proses regenerasi di Lions Clubs Jakarta Metropolitan, yang mayoritas anggota clubs nya adalah para Senior di Lions Clubs Indonesia MD 307, seperti Lions Panji Wisaksana, Lions Sutara Martadisastra, Lions Sutan B. Samad, Lions Julius Murty dkk.
Continue lendo
 

Jakarta Media News Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates